5 Tips Budidaya Jahe Merah untuk Usaha Rumahan

June 13, 2020 0 By penulis
https://lh3.googleusercontent.com/gsYkmhxbuwslnH1bzet00K9d0ypNHrrquCGVdrD8ZlPeF7CWtRRO_gp_kGXDMRKg2xE4R-cHMmQH-pNS7cczqZcRdyY2wKJ8K66VfH8AZ8LB_rVm6P9w7bJdS6soKW1a3bEkfRkL

Budidaya jahe merah tengah tren di masa pandemi. Pasalnya permintaan pasar cukup tinggi karena khasiat yang dipercaya bisa meningkatkan imunitas tubuh yang menjadi penangkal virus covid19. Nah, menariknya untuk mengembangkan jahe merah dengan skala rumahan ini hanya membutuhkan biaya kurang dari Rp500 ribuan saja.

Peluang usaha jahe merah masih cukup menjanjikan di mana saat ini semua perhatian tertuju pada kesehatan. Alasan budidaya jahe merah masih cukup potensial karena belum ada satu pun vaksin yang dipercaya bisa menyembuhkan. Maka tak heran ada beberapa orang yang berani mengajukan dana cepat cair untuk modal usaha bercocok tanam jahe merah.

Untuk skala rumah tangga, sebenarnya budidaya jahe merah tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Berikut ini adalah ulasan tentang tips mengembangkan jahe rumah di halaman rumah sendiri dengan modal kecil.

1. Pahami karakter jahe merah

Jahe merah kini menjadi komoditas industri yang paling menjanjikan. Selain itu, beberapa pengusaha skala kecil pun sudah mulai menanam jahe merah. 

Pada dasarnya jahe merah bisa tumbuh di mana saja. Tetapi, disarankan berada di lokasi yang memiliki curah hujan yang cukup dengan suhu antara 20 sampai dengan 33 derajat celcius.

Beberapa lokasi yang cocok untuk menanam jahe merah seperti di kawasan Bogor, Depok atau beberapa daerah di pinggiran Tangerang. Cara budidayanya pun bisa dilakukan di halaman rumah atau di kebun belakang rumah yang tidak terlalu membutuhkan lahan yang luas.

2. Kenali beberapa penyakit jahe merah

Salah satu problem yang dihadapi oleh para petani adalah serangan hama. Hama menjadi salah satu faktor yang membuat panen menjadi terhambat bahkan gagal. 

Beberapa hama penyakit pada jahe merah seperti layu karena bakteri dan pembusukan di akar rimpang. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan memilih kualitas lahan yang sesuai seperti bebas patogen. Lahan tersebut contohnya adalah lahan bekas sawah irigasi teknik atau dengan teknik penanaman menggunakan polybag.

Selain masalah lahan, faktor pemilihan bibit unggul serta pupuk yang tepat pun bisa mencegah bakteri dan serangan hama yang merugikan.  

3. Belajar menghitung ongkos produksi

Setelah mengenal jenis jahe merah serta cara menangkal hamanya, kamu juga perlu belajar menghitung ongkos produksi seperti air, pupuk, polybag, tanah, dan biaya-biaya lainnya. Perhitungan bisa dilakukan dengan mencatat semua pengeluaran. Setelah itu dijumlahkan dan dibagi sesuai dengan besaran hasil panen yang dihasilkan.

Keuntungan yang bisa didapatkan sebenarnya tergantung dari target yang sudah ditetapkan apakah 10 persen atau hingga 30 persen. Jika ingin mendapatkan laba lebih tinggi tentu jalan satu-satunya adalah dengan memasarkan dan menjualnya sendiri. Langkah tersebut kini sangat mungkin dengan adalanya layanan jual beli online di commerce.

4. Mencari harga jual jahe merah

Seperti hukum ekonomi, harga barang akan naik jika permintaan juga naik. Sebaliknya jika stok melimpah pun akan berpengaruh terhadap harga barang. Oleh karena itu, kita membutuhkan data berapa banyak sebenarnya kebutuhan jahe merah di sebuah kota atau minimal target pasar yang memang sudah dibidik sejak awal.

Sehingga perhitungan pun bisa sesuai. Jangan sampai sudah menanam dan membudidayakan jahe merah ketika surplus panen. Wal hasil akan berujung pada kerugian seperti para petani yang kini membagi-bagikan hasil panen karena kurangnya permintaan pasar akibat pandemi untuk sayuran jenis tertentu.

5. Kembangkan usaha jika sudah ada laba

Sebagai gambaran sederhana saja, keuntungan penjualan jahe bisa dipatok antara Rp5.000 sampai dengan Rp10.000 per kilogramnya. Jika harga jahe merah saat ini di harga petani sebesar Rp12.000 per kilogram, artinya kita bisa menjualnya secara online dengan harga antara Rp22.000 sampai dengan Rp27.000 per kilogram. 

Dari keuntungan tersebut sudah harus dianggarkan berapa persen untuk mengembangkan usaha yang harus dijalankan. Dengan begitu akan semakin mudah untuk mengembangkan usaha di kala membutuhkan modal usaha karena sudah memiliki cadangan atau anggaran pengembangan usaha.

Namun demikian, kita juga bisa memanfaatkan penawaran dari fintech tepercaya seperti Kredivo untuk permohonan dana produktif. Kredivo dapat memberikan dana cair lebih cepat dari biasanya hanya lewat aplikasi resminya. Keunggulan lain yang dimiliki Kredivo adalah legalitas yang jelas karena sudah terdaftar di OJK.

Kredivo sudah terdaftar di OJK dengan nomor S-236 / NB.213 / 2018 atas nama PT FinAccel Digital Indonesia sebagai salah satu fintech yang memberikan dana cepat cair lewat aplikasi secara online. 

Limit kredit yang diberikan oleh Kredivo hingga Rp30 juta per member dengan bunga 2.95% per bulan yang dapat dicicil dengan pilihan tenor 3 dan 6 bulan. 

Ada dua produk pinjaman uang online yang ditawarkan oleh Kredivo yaitu pinjaman mini dengan maksimal limit Rp1 juta dan pinjaman jumbo dengan pengajuan mulai dari Rp1 juta. Sementara layanan kredit online tetap bisa dimanfaatkan ketika belanja di beberapa ecommerce atau merchant yang sudah bermitra dengan Kredivo.

Untuk mendaftar menjadi member Kredivo, kamu harus memenuhi persyaratan berikut:

  • Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  • Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Itulah beberapa tips jika kamu tertarik untuk budidaya jahe merah. Kedepan empon-empon ini pun bisa didistribusikan kepada penjual jamu di sekitar lingkungan. Jangan ragu jika membutuhkan dana pengembangan usaha dari Kredivo. Unduh aplikasi resminya secara gratis lewat Google Play Store maupun App Store.